Pendidikan di Indonesia Berdasarkan Letak Geografisnya.

Indonesia merupakan negara berkembang yang terdiri dari kurang lebih 250 juta penduduk dengan presentae sekitar 37 % berumur dibawah 20 tahun. Itu berarti ada sekitar 92 juta anak muda yang seharusnya sedang mengecap pendidikan dari SD-SMA. Presentase yang cukup besar dan merupakan tanggungjawab pemerintah dan stakeholder yang terkait untuk memberikan fasilitas atau wadah bagi masayarakatnya agar bisa bersekolah.

cheklok bone.._170121_0027

Tetapi apakah pendidikan di indonesia sudah merata? Tentu dari apa yang kita lihat secara kasat mata pendidikan di indonesia belum merata. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, tetapi faktor yang palling dominan adalah dari segi geografis atau tempat. Banyak kesenjangan yang terjadi jika kita membandingkan dari segi geografis antara lain:

 

 

  1. Sekolah-sekolah akan banyak kita jumpai di kota di bandingkan di desa. Di kota akan banyak kita jumpai gedung-gedung sekolah yang akses ke sekolahnya juga tidak memerlukan rintangan berarti untuk sampai ke sekolah. Di kota juga akan banyak kita jumpai tempat-tempat les/kursus yang bisa digunakan anak kota untuk mengembangkan bakat mereka. Sedangkan di suatu daerah apalagi desa terpencil akan sulit kita dapatkan gedung sekolah. Beruntung kalau di desa tersebut ada satu sekolah dan dilengkapi dengan tenaga pengajar pula. Masih banyak anak desa yang perlu menyebrang sungai, turun gunung agar bisa sampai ke sekolah mereka.
  1. Anak kota akan lebih mudah mendapatkan informasi dibandingkan anak desa. Secara, anak kota mempunyai akses internet yang lebih cepat dibandingkan dengan anak desa yang belum tentu mereka punya media elektronik untuk mengakses internet untuk mendapatkan informasi. Apa yang di dapatkan anak desa boleh jadi anak kota telah mengetahuinya beberapa tahun lalu. Mereka betul-betul hanya belajar dari buku yang yang ada dan dari guru mereka. Pengajar-pengajar dari desalah dan orang tua yang perlu lebih inisiatif dan kreatif dalam mencari informasi agar anak-anak di desa juga bisa mendapatkan pendidikan yang  sama dengan yang diajarkan di kota. Sehingga anak-anak di desa nantinya ketika mendapatkan kesempatan lanjut sekolah ke kota-kota besar mereka tidak ketinggalan atau minder bersaing dengan anak kota.
  1. Tenaga pengajar, jumlah tenaga pengajar di kota jauh lebih banyak dibandingkan dengan di desa. Menurut saya pemerintah seharusnya menyiapkan dana lebih bagi masyarakat-masyarakat yang ingin menjadi tenaga pengajar yang nantinya setiap perekrutan dipilih sesuai kuota daerah masing-masing dan mereka nantinya akan dikembalikan ke daerah masing-masing untuk mengajar dan mengembangkan desa mereka masing-masing. Karena menurut saya kalau memakai sistem siap ditempatkan di seluruh indonesia. Pada akhirnya mereka tidak akan loyal karena suatu saat pasti mereka berpikir untuk kembali ke daerah masing-masing. Kecuali bagi tenaga pengajar yang memang menyukai beradaptasi di tempat-tempat baru.
  1. Kurikulum mengajar. adanya perbedaan kurikulum mengajar tentunya membuat pendidikan di indonesia tidak tersebar merata pula. Terlebih lagi sekarang pemerintah sedang mencanangkan kurikulum 2013 dan baru sekitar 25% sekolah di Indonesia yang sedang coba diterapkan. Dimana sekolah yang terpilih adalah sekolah-sekolah  yang dianggap telah memenuhi syarat bisa diterapkannya kurikulum 2013. Kurikulum 2013 lebih mengarah ke cara mengajar siswa yang lebih aktif dan guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator dan pengamat mengenai keaktifan siswanya. Siswanya diajarkan untuk lebih aktif mencari informasi mengenai pelajaran-pelajaran yang mereka pelajari, kalau bukan dari buku mereka diminta untuk mengakses internet untuk mendownload e-book. Hal ini tentu memberikan keterlambatan penerapan ilmu bagi anak-anak sekolah yang tidak memiliki akses jaringan untuk mencari informasi lebih. Menurut saya kurikulum di indonesia lebih baik fokus ke pendidikan karakter. Dari kecil mereka diajarkan berperilaku baik dan fokus ke minat dan bakat mereka. Tentu tenaga pengajar dan orang tua yang berperan penting disini untuk melihat dan mengarahkan anak mereka condong kemana, bakat anak mereka kemana. Sehinngga ketika mereka dewasa mereka bekerja by passion

Dari beberapa alasan yang saya paparkan diatas menurut saya memang perlu ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan stakeholder yang terkait untuk mengurangi tidak meratanya pendidikan di Indonesia berdasarkan faktor geografis..

 

 

Written By :

16174854_1410588655642659_6989776242054252007_n

Relawan Lentera Negeri

Tinggalkan Balasan