Pernyataan Sikap Lentera Negeri Terkait Insiden Pembubaran Paksa Diskusi dan Pemukulan yang Dilakukan Oleh Ormas

Terkait Insiden yang terjadi pada hari kamis 13 April 2017 di Volunteer Cafe yaitu pembubaran diskusi Lentera Negeri dengan tema “Once Upon a Time in Karbala and Irak” , dirasa sangat mencoreng nama baik Lentera Negeri. Relawan yang tergabung dalam Komunitas Lentera Negeri ini sangat menyayangkan akan hal ini. Selama ini Lentera Negeri dikenal sebagai komunitas yang peduli serta berperan aktif dalam pendidikan khususnya anak-anak dari kaum marginal di kota Makassar hingga ke pelosok-pelosok desa. Insiden pembubaran diskusi yang digelar relawan Lentera negeri  ini mendapat serangan  oleh organisasi masyarakat (Ormas) dengan tuduhan menyebarkan aliran sesat. Padahal itu hanyalah diskusi tentang bagaimana mendapatkan beasiswa keluar negeri dan pengalaman hidup di luar negeri. Narasumber yang tidak lain juga merupakan relawan  Lentera Negeri ini ingin membagikan pengalamannya mendapatkan beasiswa dan tinggal diluar negeri. Tapi sungguh disayangkan Insiden pembubaran dan pemukulan  ini terjadi. Terlebih lagi berita ini tersebar luas melalui berita online dan juga media sosial yang menilai bahwa Lentera Negeri menganut aliran sesat.

Menindak lanjuti hal tersebut,  kami dari Lentera Negeri merasa perlu membuat pernyataan resmi atas Insiden tersebut.

Kami Atas nama Lentera Negeri menyatakan Bahwa :

  1. Lentera Negeri adalah sebuah komunitas yang peduli pendidikan khususnya anak-anak dari kaum marginal, melalui sekolah anak negeri dan beasiswa pendidikan anak yatim dan aktif melaksanakan kegiatan sosial lainnya baik di kota Makassar maupun di luar kota Makassar.
  2. Komunitas Lentera Negeri tidak menganut paham atau aliran tertentu yang sesat dan menyesatkan.
  3. Lentera Negeri Mengutuk Keras tindakan sewenang-wenang oleh organisasi masyarakat (Ormas) yang telah membubarkan paksa diskusi, melakukan pemukulan dan perampasan barang.
  4. Menuntut Pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap pelaku pembubaran diskusi, pemukulan dan perampasan barang.

Berikut Kronologis sebenarnya peristiwa pembubaran paksa diskusi oleh ormas tak dikenal.
1. Kegiatan diskusi di Volunteer Cafe dilaksanakan sebulan sekali dengan tema tentang pendidikan, terutama pengalaman mendapatkan beasiswa.

2. Pada hari Kamis tanggal 13 April 2017 pukul 19.00 dilaksanakan diskusi dengan tema “Once Upon a Time in Karbala and Irak,” dengan narasumber Syaharuddin Abbas, SS, alumni University of Al-Ma’had, Al-Islaamy Al-Aly, Karbala, Irak. Sesuai tema, diskusi ini membahas bagaimana proses mendapatkan beasiswa, pengalaman saat berangkat kuliah dan beradaptasi di luar negeri.

3. Syaharuddin Abbas, SS yang tak lain merupakan  relawan Lentera Negeri adalah pengajar di Pesantren Nurul Junaidiyah Luwu Timur, yang diasuh oleh ketua NU dan MUI luwu timur

4. Kegiatan diskusi baru berlangsung sekitar 30 menit tiba-tiba datang sekelompok orang tak dikenal membubarkan paksa kegiatan diskusi karena dianggap menyebarkan paham sesat.

5. Narasumber dan peserta diskusi digiring ke masjid untuk diinterogasi, dalam proses perjalanan ke mesjid narasumber dan beberapa peserta lainnya mendapatkan pukulan.

6. Selama proses interogasi di masjid, tas dan laptop diperiksa, kami dipaksa mengaku beraliran syiah.

7. Selama hampir satu jam kemudian, polisi datang mengamankan. Tas, laptop, handphone, dan KTP belum dikembalikan oleh mereka yg mengaku Laskar.

 

Tinggalkan Balasan